Pasar Beringharjo, Pasar Lengkap di Jogja

Pasar Beringharjo

Pagi, itu saya janji ketemuan dengan teman lama saya di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Ternyata kawan saya semasa jaman putih abu-abu itu berjualan di pasar tradisional itu sejak lama.

Sebelum waktu bertemu, saya sempatkan dulu berjalan-jalan di pasar itu. Dulu, nenek saya suka menyebut Pasar Beringharjo dengan Pasar Gedhe. Barangkali sebutan itu lebih mudah diucapkan, tapi memang sih Pasar Beringharjo itu luas. Yah, namanya juga pasar induk yang lengkap di Jogja.

Lokasi Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo terletak di jajaran sebelah selatan Malioboro yaitu di Jalan Margo Mulyo Nomer 16 Ngupasan Yogyakarta. Maka sering disambangi wisatawan luar kota yang sedang berkunjung ke Malioboro. Berbagai kebutuhan tersedia di pasar ini. Dan harganya pun terbilang murah, bisa dijadikan tempat grosir gitu.

Beberapa ada yang sempat saya bidik dengan kamera ponsel. Biar kalian yang dari luar kota, bisa sedikit ada gambaran ya…

Pasar Beringharjo dari Depan Pintu Utama

Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo
Foto: dok.pri momjogja.com

Ini adalah posisi pasar dari depan, sejajar dengan Jalan Malioboro.
Di depan pasar, saya mendapati penjual pecel dengan segala lauk pauk pendampingnya. Ada bakmi, lauk bacem-baceman. Lumayan buat mengisi perut, jika dari rumah belum sempat sarapan. Penjual ini saya dapati di pagi hari ya…

Pasar Beringharjo Tampak Dari Sisi Kiri (Selatan)

Pasar Beringharjo

Ini adalah Pasar Beringharjo dari sisi depan sebelah kiri atau menghadap selatan. Masuk dari sisi ini, lebih mudah, kalau kalian bawa kendaraan, karena tempat parkirnya terletak di selatan pasar.

Kios Benda Kuno di Sisi Kanan (Sebelah Utara) Pasar
Pasar Beringharjo
foto: dok.pri www.momjogja.com

Foto sebelah kanan pasar, sebelah utara pasar
Ada beberapa penjual barang antik atau barang-barang kuno, termasuk koin kuno juga. Toko kembang plastik juga ada disini.

Mulai masuk pasar yuk

Pasar Beringharjo
Mulai dari depan pintu utama, maka banyak penjual batik. Dah tinggal pilih, batik model apa yang mau dicari, mulai dari harga murah sampai mahal. Mulai batik yang untuk santai dirumah sampai untuk baju resmi. Selain itu penjual sepatu dan tas juga banyak, sayang saya lupa motret. Haha

Pasar Beringharjo
foto: dok.pri www.momjogja.com

Masuk lagi, saya mendapati penjual baju pengantin dan asesorisnya. Bagi calon pengantin, bisa berburu ke tempat ini untuk cari pakaian atau souvenir-souvenir cantik. Rata-rata disini, melayani untuk grosiran juga.

Pasar Beringharjo
foto: dok.pri

Masuk lagi, saya mendapati penjual jamu-jamuan. Nah, bagi yang butuh macam-macam jejamuan bisa kesini deh.

pasar beringharjo
foto: dok.pri www.momjogja.com

Penjual ikan asin basah ataupun kering juga ada di sebelah timur sisi selatan pasar. Berbagai ikan asin, ebi kering, jadi tempat grosir disini.

Baru keliling satu lantai dasar saja, dan belum lengkap eksplore, sepertinya kapan-kapan saya musti kesini lagi buat menambah koleksi foto di pasar ini, terutama untuk lantai 2, dan 3.

Pasar Beringharjo
foto: dok.pri

Tiba saatnya, saya bertemu janji dengan kawan lama saya. Tawaran untuk makan soto dalam pasar. Soto Sapi, menjadi jujukan kami. Cerita ngalor ngidul bersama teman lama, hingga tak terasa saya sudah setengah hari di Pasar Beringharjo. Entah berapa lama saya sudah berjalan-jalan di dalam pasar. Haha… memang waktu berjalan begitu cepat. Lain kali semoga saya bisa menambah cerita lagi tentang pasar ini pada kalian.

Tips Berbelanja di Pasar Beringharjo:

1.Saya sendiri suka berbelanja di pagi hari. Belum terlalu ramai, harga juga lebih mudah ditawar, buat penglaris dagangan, biasanya penjual beralasan  begitu.
2.Untuk beli batik, jika sudah terpampang harga pas, saya lebih suka itu., sebab saya tak pintar menawar. hehe
3.Jangan terlalu banyak memakai perhiasan, biar tidak dilirik orang yang berniat buruk.
4.Selalu waspada dengan tas atau dompet bawaan, agar terhindar dari copet. Semoga sudah gak ada ya… Namanya juga tempat umum, harus tetap waspada dan hati-hati.

Baca juga: Info Nasi Box Jogja Untuk Wisata

Jika ke Jogja, jangan lupa mampir ke pasar ini ya…

 

Wisata Jogja Pantai Parangtritis Nan Elok

wisata jogja pantai parangtritis

Wisata Jogja Pantai Parangtritis siang itu,  tampak cerah.  Kebetulan saat itu, hari Senin. Berwisata dihari kerja tentunya berbeda dengan weekend atau musim liburan. Yang pasti tidak begitu ramai pengunjung.

Dan justru itu, maka saya lebih bisa menikmati deburan ombak yang begitu menawan. Sungguh, melihat samudra membuat saya merasa kecil dan semakin mengagungkan Tuhan. Biasanya, saya juga tidak turun ke laut walau sekedar untuk basah-basahan. Cukup duduk di bibir pantai sambil memandang keindahannya.

Pantai Parangtritis adalah pantai selatan yang terletak di Bantul Yogyakarta. Jika berangkat dari kota Jogja misalnya dari Malioboro cukup ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit dengan lalu lintas normal, dengan mengendarai motor atau mobil. Pantai ini terkenal dan dipercaya sebagai kerajaan ratu kidul atau Nyi Roro Kidul.

Ombaknya cukup besar, terlebih ketika sedang pasang. Maka jika kamu penggemar renang di laut, lebih baik cukup di bibir pantai saja. Dan selalu perhatikan peringatan dari Tim SAR, untuk menjaga keselamatan.

Tarif retribusi masuknya juga murah.  Tidak lebih dari sepuluh ribu rupiah. Tidak sebanding dengan keindahannya yang luar biasa.

Bagi kamu yang dari luar kota dan berwisata di Jogja, rugi deh, kalau gak mampir di Pantai Parangtritis ini. Yang jelas karena mudah di jangkau.

wisata jogja pantai parangtritis

Apa yang bisa dinikmati di Pantai Parangtritis?

Tentu saja keindahan alami dan ombak yang bergulung-gulung, itu bagi saya sangatlah indah. Di pantai juga, kita bisa menikmati sunrise atau sunset.  Selain itu, untuk menambah hiburan bagi wisatawan, di Pantai Parangtritis ini, juga ada  delman atau ATV yang bisa dinaiki untuk berkelilling di sekitar pantai.  Jika tidak mau kepanasan, banyak pula orang yang menyewakan tenda dengan tikarnya.

Apa fasilitas yang ada di Pantai Parangtritis?

Banyak  warung-warung di pinggir pantai.  Jadi, jika lapar, tidak sulit mencari makanan. Ada juga penjual souvenir, batik pantai, lumayan bisa buat oleh-oleh. hehe… Biasanya juga banyak penjual keliling rempeyek khas Parangtritis yang menawarkan pada para pungunjung.

wisata jogja pantai prangtritis

Baca JugaNasi Box Jogja Hemat Untuk Wisata

Tips Jika Berwisata ke Pantai Parangtritis

Bawa topi. Namanya juga pantai, jika tidak hujan, pasti sangat panas.  Jika kamu suka basah-basahan atau mandi. Jangan lupa membawa peralatan sendiri untuk mandi. Karena di kamar mandi umum terkadang tidak tersedia sabun dan sampo.

Itu tips dari saya, jika kamu yang memiliki tips lain, bisa tambahkan di kolom komentar ya.

Jadi kapan kamu akan pergi ke Pantai Parangtritis?

 

 

 

 

Jalan-Jalan ke Sunmor UGM

sunmor ugm
Foto: dok.pri

 Jalan-Jalan ke Sunmor UGM

Hai sabahat momjogja… Bagi kamu yang sedang menikmati wisata Jogja, bisa mampir ke Sunmor UGM. Lumayanlah sambil olahraga tipis alias jalan-jalan.  Selain dapat sehat, bisa sekalian belanja, atau kulineran sederhana.

Sunmor atau Sunday morning UGM ini sudah menjadi area pasar tiban yang ada di hari Minggu pagi.  Sepanjang kurang lebih satu kilometer, pedagang kaki lima berjualan di sepanjang trotoar.

Menurut cerita dari Pak Suami yang ketika kecil rumah tinggalnya  tak jauh dari lokasi, area kampus UGM ini, dulu setiap minggu pagi, banyak orang melakukan olahraga, jalan-jalan. Seiring berjalannya waktu, moment itu dimanfaatkan oleh para pedagang yang ingin berjualan disana.

Awalnya hanya makanan, lama-kelaman menjadi semakin ramai dan bermacam-macam yang dijual.  Namanya juga sunmor, jadi aktivitasnya juga hanya pagi sampai siang. Beberapa waktu lalu, saya juga menyempatkan kesana lho.

Jadi pagi itu, cuaca memang sedikit tidak bersinar  karena mendung. Hujan baru saja reda, ketika saya menuju ke Sunmor UGM. Tetapi parkiran sepeda motor ataupun mobil sudah memenuhi area  yang disediakan. Itu pertanda pengunjung memang sudah banyak. Akhirnya saya mendapatkan tempat parkir yang agak jauh dari lokasi. Gapapa sih sekalian jalan-jalan, biar bisa langsing… hehe…

Ini nih yang dijual di Sunmor UGM
  1. Pakaian
sunmor ugm
foto: dok.pri.

Ada pakaian rumahan, t shirt, jeans, jilbab bisa ditemukan disini. Saya sih, ketika itu tidak berbelanja itu semua. Karena memang tujuan saya hanya untuk berjalan-jalan dan mencari sarapan.

  1. Asesoris
sunmor ugm
foto: dok.pri

Asesoris hp, pernak pernik asesoris wanita, dompet, topi, ada disini. Ketika jalan, saya malah jadi teringat Malioboro. Bedanya ini di trotoar, kalau Malioboro, pedagang di emperan atau depan pertokoan.

  1. Makanan
sunmor ugm
Jamur Krispi, singkong goreng. Foto: dok.pri

Makanan ringan semacam, otak-otak, tempura, bakso, singkong, jamur krispi juga banyak dijual. Untuk harga makanan disana masih standar pada umumnya alias tidak mahal gitu. Warung-warung tenda yang menyediakan menu sarapan pagi juga ada.

sunmor ugm
Pecel. Foto: dok.pri

Akhirnya pilihan saya jatuh pada nasi pecel. Pagi itu, makanan yang penuh sayuran ini, menjadi menu sarapan pagi saya. Harganya cukup terjangkau, hanya delapan ribu rupiah, sudah plus nasi.  Kalau belum ada yang kusebut, silakan isi di kolom komentar yaa…

Tips Jika Kamu Ingin Pergi Ke Sunmor UGM

Menurut saya pergi dipagi hari, sekitar jam enam, lebih nyaman dibanding datang diatas jam sembilan. Yang pasti, masih belum terlalu panas, jadi lebih nyaman buat jalan-jalan. Selain itu, juga lebih mudah dalam memarkirkan kendaraan, kan belum terlalu penuh, gitu.

Lokasi Sunmor UGM

Sunmor UGM berada di area kampus UGM di Jalan Agro Karang Gayam Depok Sleman. O ya, masuk ke area ini, gratis ya, hanya bayar parkir doank.

Nah, sudah terbersit, untuk jalan-jalan  ke Sunmor UGM?

 

 

 

Wisata Jogja | Ke Malioboro Yuk

Wisata Jogja | Ke Malioboro Yuk

Saya lahir dan besar di Jogja. Dan sampai sekarang pun saya tetap tinggal di daerah istimewa ini. Hanya saja rumah saya, ada di luar ringroad yang melingkari kota Jogja. Agak pinggiran, sedikit ndeso sih, tetapi masih bisa menjangkau Malioboro dalam waktu 20 menit dengan kendaraan roda dua. Itu normalnya, jika lalu lintas sedang macet, mohon jangan dipertanyakan akan berapa lama, hehe…

Dulu, sekolah menengah saya  tak jauh dari Malioboro, sehingga jalan-jalan menyusuri Malioboro juga sering saya dan teman-teman lakukan. Dan biasanya  kami duduk-duduk di bawah pohon beringin atau pohon palem di depan Gedung Agung, setelah berjalan dari sepanjang Malioboro. Ahh, mengingat masa SMA jadi berasa muda, haha…

Ada lho, yang bilang, belum lengkap ke Jogja, kalau belum berkunjung ke Malioboro. Maka tempat ini menjadi tujuan utama jika berwisata ke Jogja. Dan sekarang saya juga  ingin bercerita tentang Malioboro, tentunya sembari bernostalgia, hehe…

Bagi kamu yang tinggal di Jogja, mungkin sudah tak penting membaca artikel saya ini, sebab bisa jadi sudah setiap hari pergi ke Malioboro. Tetapi bagi yang berasal dari luar, dan ingin pergi ke Jogja, silakan melanjutkan untuk membacanya.

Malioboro itu sebenarnya nama jalan yang sisi kanan dan kirinya adalah pertokoan. Jalan ini sepanjang kurang lebih 2 km. Di depan toko, banyak juga orang berjualan mulai dari batik, assesoris, souvenir, maupun makanan. Intinya disini kamu,bisa belanja apa aja, yang bisa  dibawa pulang  untuk oleh-oleh. Banyak dijual barang-barang khas Jogja disana.

Selain itu, disini juga bisa berwisata kuliner gudeg, terutama pada saat malam hari. Biasanya mulai jam 4 sore, banyak pedagang kaki lima yang menjajakan gudeg dan aneka lauknya.

Kamu juga bisa membeli sate kere alias sate yang bahannya gajih sapi, di trotoar jalan Malioboro ini. Entah siapa yang dulu pertama kali menamainya dengan sate kere, mungkin karena bahannya bukan daging, dan berharga jauh lebih murah, sehingga dinamakan sate kere. Saya cuma menebak aja sih.. hehe..

Lokasi Instagramable

malioboto
foto: dok.pri

 

Hari gini, orang dikit-dikit selfie atau welfie. Ada yang memang hobi fotografi, ada juga yang cuma  iseng. Dan banyak pula yang bertujuan untuk mengabadikan kenangan, kemudian memajang di akun media sosialnya, buat update status gitu.

malioboro
foto: dok.pri

Malioboro ini bagus buat foto-foto. Mau dengan backgound pertokoan, delman, becak, lampu khas Jogja, atau sekedar duduk-duduk di kursi yang telah disediakan di trotoar. Mau coba?

Lokasi malioboro

Lokasi malioboro sangat mudah ditemukan, bahkan bagi kamu yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Jogja. Lokasi yang berada di tengah kota, memudahkan bagi siapa saja untuk berkunjung disana.

Jika kamu ke Jogja dengan kereta api, setelah turun di stasiun tugu Jogja, tinggal berjalan ke arah selatan dengan jarak hanya beberapa meter. Tidak sampai membuat kamu lelah,  sudah bisa mencapai jalan Malioboro.

Apabila menggunakan bus  dan turun di terminal, bisa langsung naik trans Jogja.  Jika masih bingung juga silakan menggunakan aplikasi ojek online yang bisa mengantarkanmu ke tempat tujuan dengan aman.

Mudah kan menemukan malioboro?

Tips Jika Berkunjung ke Malioboro

  1. Jika kamu membeli barang di perko atau emperan toko, perhatikan, apakah harga sudah pas atau masih bisa ditawar. Sebaiknya, kamu menanyakan terlebih dahulu. Kalau masih bisa di tawar, maka selalu tawar dengan harga yang menurut kamu pantas.  Selalu lakukan dengan sopan ya… Tentunya ini tak hanya di Malioboro. Dimanapun kalau kita sopan, orang lain juga akan menghargai kita. Kalau  masih khawatir tentang harga yang kemahalan, kamu jangan beli langsung dalam jumlah banyak. Belilah satu dulu, kemudian jika ingin membeli lebih,  bisa menawar di tempat lain, siapa tahu lebih murah. Kalau terlanjur menawar dan penjual memperbolehkannya, maka tetaplan jadi membeli, kalau tidak, ntar kamu bisa kena marah penjual, sebab terkesan mempermainkan penjual. Masih takut juga jika dapat harga yang yang tidak sesuai maumu. Maka alternatifnya adalah ke toko yang memiliki harga pas.
  2. Jika kamu ingin membeli makanan, sebaiknya bertanya ke penjualnya sebelum memutuskan untuk membeli. Mengetahui diawal tentang jenis makanan  dan harganya adalah lebih baik. Hal itu untuk  mengantisipasi agar kamu tidak mendapatkan harga yang tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. Selalu lakukan dengan sopan, agar penjual tidak tersinggung ya.
  3. Jika kamu kemalaman dan terpaksa harus menginap. Di sekitaran Malioboro, juga banyak hotel atau penginapan, dari harga yang murah sampai mahal. So, di Jogja kamu bisa nyaman.

Jadi, kapan kamu ke Jogja?

 

Wisata Jogja | Malam Pergantian Tahun Baru 2019 di Tugu Jogja

WIsata Jogja
Suasana menjelang tahun baru 2019 di Tugu Jogja

Wisata Jogja | Menyambut Tahun Baru 2019 di Tugu Jogja

Menyambut tahun baru 2019 kali ini, saya meluangkan waktu di tugu Jogja. Bersama ribuan orang yang dengan tertib dan damai duduk bersama di perempatan tugu.

Semua bertujuan sama, yaitu menyambut tahun baru. Entah siapa yang menyulut kembang api. Faktanya begitu pukul 00.00 kembang api yang dinyalakan begitu banyak.

Tahun baru dan tahun lama sejatinya tak ada bedanya. Tapi mengapa banyak orang merayakannya. Mungkin adalah wujud syukur , kita masih diberi panjang usia.

Saya sendiri, baru kali ini menyambut tahun baru di Tugu Jogja. Padahal saya asli Jogja lho. Itu dikarenakan banyak spot yang lain juga yang digunakan masyarakat untuk menunggu bersama datangnya tahun baru.

Dihari-hari biasa Tugu Jogja ini hampir setiap malam, banyak yang ada disitu. Ada yang sekedar duduk-duduk. Namun, banyak pula yang selfi  welfie dengan background Tugu Jogja. Tugu Jogja sering dipakai sebagai simbol Jogja.

Tugu Jogja sering digunakan sebagai simbol kota Jogja. Itu sih jawaban sederhananya. Tugu ini terletak di perempatan  ke barat, Jl. Diponegoro, ke timur adalah Jalan Jendral Soedirman, ke utara yaitu Jalan AM Sangaji dan ke selatan adalah Jalan Margo Utomo (dulu Jalan Mangkubumi).

Barangkali tahun depan, kamu ingin menyambut tahun baru disini?
Kalau kamu punya cerita tentang malam tahun barumu, boleh lho isi di kolom komentar.