Lindungi HKI Sebelum Terlambat

HKI
foto: dok.pri

Kamis, 25 Juli 2019, bertempat di Ballroom Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, saya berkesempatan mengikuti sosialisasi #cerdashukum. Acara yang bertema Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual ini diselenggarakan oleh Dinkemenhumkam, Kominfo, Dinas Koperasi UKM Yogyakarta.

Tujuan diadakan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat  masyarakat mengenai ruang lingkup hak kekayaan intelektual. Melalui  #forumHKIkominfo_yogya ini diharapakan dapat menambah pengetahuan dan semakin menyadari tentang perlindungan kekayaan intelektual.

hki
foto dok.pri

Narasumber pertama disampaikan oleh Bapak Handi Nugraha, SH, MH., dari Dinkemenhumkam Yogyakarta mengenai sosialisasi regulasi dan fasilitasi HKI. Dinkemenhumkam mempunyai kewenangan penyelenggaraan HKI di Indonesia.

Apa sih HKI itu?

HKI adalah aktivitas intelektual dibidang industri atau karya ilmiah. Tidak semua karya bisa diajukan untuk perlindungan HKI. Karena hanya yang memenuhi syarat dan ketentuan undang-undang berlaku. HKI  perlu didaftarkan karena  mempunyai nilai ekonomi. Maka perlu bagi para pemilik karya untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya demi mendapat perlindungan dari kemungkinan kecurangan dari pihak lain. Jangan sampai karya kita sudah besar, baru didaftarkan, bisa jadi ada pihak lain yang mendahuli mendaftarkan hak merek tersebut.Maka penting bagi para pemilik kekayaan intelektual untuk mendaftarkan segera.

HKI dikelompokkan menjadi dua yaitu

  1. Hak Cipta dan Hak Terkait
  2. Hak kekayaan industri
Cara mengajukan HKI adalah:
  1. Mengisi formulir di Kemenhumkam
  2. Penuhi syarat-syaratnya
  3. Lakukan pembayaran.
  4. Tunggu prosesnya, atau pantau melalui www.dgip.co.id

Untuk mendapat informasi lengkap mengenai syarat-syarat pengajuaan HKI bisa klik www.dgip.co.id

hki

Narasumnber selanjutnya adalah dari Bapak Bambang Gunawan, MSi selaku Direktur informasi dan komunikasi publik, kominfo Yogyakarta, menyampaikan tema Penanganan Konten Pelanggaran HKI didunia SIBER.

Internet dapat dimanfaatkan secara positif sebagai cara untuk komunikasi, rekreasi, informasi, referensi, transakasi, dan edukasi. Disamapaikan pula penting bagi pengguna internet untuk dapat menyaring berita negatif atau hoak, jangan  sampai kita menyebar informasi yang sumber dan kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan internet dengan sebaik-baiknya.

hki
foto: dok.pri

Ibu CH. Lusi Irawati dari Dinas Koperasi UMM Yogyakarta menjadi narasumber ketiga, mengusung tema Permasalahan UMKM di Yogyakarta.

Permasalahan UMKM, yang menjadi masalah pokok di Yogyakarta adalah

1.Kurangnya pengetahuan tehnologi  produksi. Hal itu menjadikan produksi umkm kurang berkembang.

  1. Kurangnya pemasaran. Terkadang pelaku UMKM belum sanggup memenuhi pesanan.
  2. Aspek permodalan. Pembiayaan untuk memenuhi pesanan terkadang menjadi kendala oleh pelaku UMKM. Pengetahuan untuk cara mendapatkan permodalan menadi masalah yang sering dihadapi UMKM.
  3. Aspek Managemen. Cara tradisional yang sering dilakukan menghambat kemajuan UMKM
  4. Aspek legalitas. Tidak memiliki ijin usaha, akan menjadi kendala untuk UMKM karena legalitas sering menjadi syarat bagi pengguna jasa atau suatu produk.

Kesimpulan:

Pemerintah sangat mendukung berkembangnya pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Dinkemenhumkam memberi kemudahan pelayanan dan fasilitas untuk mendaftarkan kekayaan intelektual yang bernilai ekonomi. Pemilik intelektual yang telah terdaftar akan mendapat kepastian hukum, brand image akan semakin terkenal, bisa menjadi alat promosi, dan aset bisnis intangible. Jadi segera mendaftarkan kekayaan intelektual kita, sebelum terlambat didahului orang lain.

 

 

Pasar Beringharjo, Pasar Lengkap di Jogja

Pasar Beringharjo

Pagi, itu saya janji ketemuan dengan teman lama saya di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Ternyata kawan saya semasa jaman putih abu-abu itu berjualan di pasar tradisional itu sejak lama.

Sebelum waktu bertemu, saya sempatkan dulu berjalan-jalan di pasar itu. Dulu, nenek saya suka menyebut Pasar Beringharjo dengan Pasar Gedhe. Barangkali sebutan itu lebih mudah diucapkan, tapi memang sih Pasar Beringharjo itu luas. Yah, namanya juga pasar induk yang lengkap di Jogja.

Lokasi Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo terletak di jajaran sebelah selatan Malioboro yaitu di Jalan Margo Mulyo Nomer 16 Ngupasan Yogyakarta. Maka sering disambangi wisatawan luar kota yang sedang berkunjung ke Malioboro. Berbagai kebutuhan tersedia di pasar ini. Dan harganya pun terbilang murah, bisa dijadikan tempat grosir gitu.

Beberapa ada yang sempat saya bidik dengan kamera ponsel. Biar kalian yang dari luar kota, bisa sedikit ada gambaran ya…

Pasar Beringharjo dari Depan Pintu Utama

Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo
Foto: dok.pri momjogja.com

Ini adalah posisi pasar dari depan, sejajar dengan Jalan Malioboro.
Di depan pasar, saya mendapati penjual pecel dengan segala lauk pauk pendampingnya. Ada bakmi, lauk bacem-baceman. Lumayan buat mengisi perut, jika dari rumah belum sempat sarapan. Penjual ini saya dapati di pagi hari ya…

Pasar Beringharjo Tampak Dari Sisi Kiri (Selatan)

Pasar Beringharjo

Ini adalah Pasar Beringharjo dari sisi depan sebelah kiri atau menghadap selatan. Masuk dari sisi ini, lebih mudah, kalau kalian bawa kendaraan, karena tempat parkirnya terletak di selatan pasar.

Kios Benda Kuno di Sisi Kanan (Sebelah Utara) Pasar
Pasar Beringharjo
foto: dok.pri www.momjogja.com

Foto sebelah kanan pasar, sebelah utara pasar
Ada beberapa penjual barang antik atau barang-barang kuno, termasuk koin kuno juga. Toko kembang plastik juga ada disini.

Mulai masuk pasar yuk

Pasar Beringharjo
Mulai dari depan pintu utama, maka banyak penjual batik. Dah tinggal pilih, batik model apa yang mau dicari, mulai dari harga murah sampai mahal. Mulai batik yang untuk santai dirumah sampai untuk baju resmi. Selain itu penjual sepatu dan tas juga banyak, sayang saya lupa motret. Haha

Pasar Beringharjo
foto: dok.pri www.momjogja.com

Masuk lagi, saya mendapati penjual baju pengantin dan asesorisnya. Bagi calon pengantin, bisa berburu ke tempat ini untuk cari pakaian atau souvenir-souvenir cantik. Rata-rata disini, melayani untuk grosiran juga.

Pasar Beringharjo
foto: dok.pri

Masuk lagi, saya mendapati penjual jamu-jamuan. Nah, bagi yang butuh macam-macam jejamuan bisa kesini deh.

pasar beringharjo
foto: dok.pri www.momjogja.com

Penjual ikan asin basah ataupun kering juga ada di sebelah timur sisi selatan pasar. Berbagai ikan asin, ebi kering, jadi tempat grosir disini.

Baru keliling satu lantai dasar saja, dan belum lengkap eksplore, sepertinya kapan-kapan saya musti kesini lagi buat menambah koleksi foto di pasar ini, terutama untuk lantai 2, dan 3.

Pasar Beringharjo
foto: dok.pri

Tiba saatnya, saya bertemu janji dengan kawan lama saya. Tawaran untuk makan soto dalam pasar. Soto Sapi, menjadi jujukan kami. Cerita ngalor ngidul bersama teman lama, hingga tak terasa saya sudah setengah hari di Pasar Beringharjo. Entah berapa lama saya sudah berjalan-jalan di dalam pasar. Haha… memang waktu berjalan begitu cepat. Lain kali semoga saya bisa menambah cerita lagi tentang pasar ini pada kalian.

Tips Berbelanja di Pasar Beringharjo:

1.Saya sendiri suka berbelanja di pagi hari. Belum terlalu ramai, harga juga lebih mudah ditawar, buat penglaris dagangan, biasanya penjual beralasan  begitu.
2.Untuk beli batik, jika sudah terpampang harga pas, saya lebih suka itu., sebab saya tak pintar menawar. hehe
3.Jangan terlalu banyak memakai perhiasan, biar tidak dilirik orang yang berniat buruk.
4.Selalu waspada dengan tas atau dompet bawaan, agar terhindar dari copet. Semoga sudah gak ada ya… Namanya juga tempat umum, harus tetap waspada dan hati-hati.

Baca juga: Info Nasi Box Jogja Untuk Wisata

Jika ke Jogja, jangan lupa mampir ke pasar ini ya…