Jalan-Jalan ke Sunmor UGM

sunmor ugm
Foto: dok.pri

 Jalan-Jalan ke Sunmor UGM

Hai sabahat momjogja… Bagi kamu yang sedang menikmati wisata Jogja, bisa mampir ke Sunmor UGM. Lumayanlah sambil olahraga tipis alias jalan-jalan.  Selain dapat sehat, bisa sekalian belanja, atau kulineran sederhana.

Sunmor atau Sunday morning UGM ini sudah menjadi area pasar tiban yang ada di hari Minggu pagi.  Sepanjang kurang lebih satu kilometer, pedagang kaki lima berjualan di sepanjang trotoar.

Menurut cerita dari Pak Suami yang ketika kecil rumah tinggalnya  tak jauh dari lokasi, area kampus UGM ini, dulu setiap minggu pagi, banyak orang melakukan olahraga, jalan-jalan. Seiring berjalannya waktu, moment itu dimanfaatkan oleh para pedagang yang ingin berjualan disana.

Awalnya hanya makanan, lama-kelaman menjadi semakin ramai dan bermacam-macam yang dijual.  Namanya juga sunmor, jadi aktivitasnya juga hanya pagi sampai siang. Beberapa waktu lalu, saya juga menyempatkan kesana lho.

Jadi pagi itu, cuaca memang sedikit tidak bersinar  karena mendung. Hujan baru saja reda, ketika saya menuju ke Sunmor UGM. Tetapi parkiran sepeda motor ataupun mobil sudah memenuhi area  yang disediakan. Itu pertanda pengunjung memang sudah banyak. Akhirnya saya mendapatkan tempat parkir yang agak jauh dari lokasi. Gapapa sih sekalian jalan-jalan, biar bisa langsing… hehe…

Ini nih yang dijual di Sunmor UGM
  1. Pakaian
sunmor ugm
foto: dok.pri.

Ada pakaian rumahan, t shirt, jeans, jilbab bisa ditemukan disini. Saya sih, ketika itu tidak berbelanja itu semua. Karena memang tujuan saya hanya untuk berjalan-jalan dan mencari sarapan.

  1. Asesoris
sunmor ugm
foto: dok.pri

Asesoris hp, pernak pernik asesoris wanita, dompet, topi, ada disini. Ketika jalan, saya malah jadi teringat Malioboro. Bedanya ini di trotoar, kalau Malioboro, pedagang di emperan atau depan pertokoan.

  1. Makanan
sunmor ugm
Jamur Krispi, singkong goreng. Foto: dok.pri

Makanan ringan semacam, otak-otak, tempura, bakso, singkong, jamur krispi juga banyak dijual. Untuk harga makanan disana masih standar pada umumnya alias tidak mahal gitu. Warung-warung tenda yang menyediakan menu sarapan pagi juga ada.

sunmor ugm
Pecel. Foto: dok.pri

Akhirnya pilihan saya jatuh pada nasi pecel. Pagi itu, makanan yang penuh sayuran ini, menjadi menu sarapan pagi saya. Harganya cukup terjangkau, hanya delapan ribu rupiah, sudah plus nasi.  Kalau belum ada yang kusebut, silakan isi di kolom komentar yaa…

Tips Jika Kamu Ingin Pergi Ke Sunmor UGM

Menurut saya pergi dipagi hari, sekitar jam enam, lebih nyaman dibanding datang diatas jam sembilan. Yang pasti, masih belum terlalu panas, jadi lebih nyaman buat jalan-jalan. Selain itu, juga lebih mudah dalam memarkirkan kendaraan, kan belum terlalu penuh, gitu.

Lokasi Sunmor UGM

Sunmor UGM berada di area kampus UGM di Jalan Agro Karang Gayam Depok Sleman. O ya, masuk ke area ini, gratis ya, hanya bayar parkir doank.

Nah, sudah terbersit, untuk jalan-jalan  ke Sunmor UGM?

 

 

 

5 Bulan Bisa di Halaman Pertama Google

SEO
foto: kursuskomputergratis.com

Menembus Halaman Pertama Google Adalah Sebuah Pencapaian

Bisa muncul di halaman pertama Google bagiku adalah sebuah pencapaian. Akhir-akhir ini, saya sering mendapat pesan melalui whatsapp, yang meminta informasi mengenai katering nasi kotak yang saya kelola.  Ada yang sekedar tanya-tanya, itu sudah membuat saya happy. Dan tidak sedikit yang berakhir dengan closing, ini mah happy plus. Hehe…

Saya selalu menanyakan nama, asal, dan darimana memperoleh  nomor saya. Rata-rata mereka mengetahui  dari google. Oh, barangkali karena salah satu artikel di web, ada yang bisa menembus halaman pertama Google. Jika calon konsumen berdomisili di Jogja, berarti sudah tepat sasaran awal. Kena deh…

Tetapi, ternyata calon konsumen  juga berasal dari luar kota. Diantaranya mengatakan akan ada wisata, gathering, rapat, atau suatu event di Jogja,  tempat tinggal saya. Dulu, saya pikir katering jenis ini, pangsa pasarnya terbatas. Ternyata  anggapan yang keliru. Tepuk jidat deh…

Sebelumnya saya tidak mengira, bahwa akan mendapatkan konsumen dari luar kota. Makanan basah yang hanya bertahan selama dua belas jam ini, mana mungkin akan menjangkau sampai jauh.

Kini pemikiran dangkal ini saya bantah sendiri setelah mendapati fakta, banyak orang luar kota juga membutuhkan katering lokal.  Tentunya karena harga bisa menyesuaikan budget dan bisa diatur tak semahal di restoran atau hotel.

Itu adalah sekelumit cerita, bahwa di era digital, berbisnis apapun akan memiliki peluang menjangkau pasar lebih luas. Dan narablog  atau blogger menjadi sangat dibutuhkan sebagai  penyedia informasi bagi nitizen.

Awal Mula Menulis

Berawal dari menulis di Kompasiana pada tahun 2014, saya mulai mengenal dunia blog. Tujuan awal menulis adalah suka. Ya suka saja. Itu juga, yang menjadi jawaban saya, ketika pernah ditanya oleh beberapa orang, tentang alasan menulis.

Suka sama dengan cinta, terkadang tak ada penyebabnya. Datangnya dari hati gaes.  Apapun yang dilakukan dengan cinta, biasanya tak bersyarat. Jika sekarang, ada hasil, misalnya diminta menulis review, atau endors, bagi saya itu adalah bonus dari Tuhan.

Untuk menambah ilmu dan teman yang mempunyai hobi yang sama, yaitu menulis, lantas saya bergabung dengan komunitas-komunitas blogger. Salah satunya adalah komunitas Kompasianer Jogja atau Kjog.  Disana saya semakin mengenal dunia blog.

Merasa enjoy menulis di Kompasiana kala itu, membuat saya tidak begitu tertarik untuk memiliki blog pribadi. Saya merasa sudah mempunyai rumah di Kompasiana. Padahal cuma numpang hehe…

Tetapi akhirnya pada tahun 2017 saya  membuka blog yang niat awalnya untuk  melengkapi usaha saja.  Sayangnya blog itu tidak saya rawat dengan baik.  Tidak punya gegret untuk mengoptimalkannya, karena  menganggap usaha makanan basah pasarnya hanya lokal dan sempit.  Saat itu, artikel-artikel yang saya isikan hanya semacam brosur saja.

Selama setahun, saya tidak menjamah blog itu. Ibarat rumah, sudah menjadi sarang laba-laba. Apakah  blog ini benar-benar tidak berfungsi buat saya? Siapa sangka jika kemudian malah saya anggap sebagai senjata. Baca sampai akhir cerita ya… hehee…

Awal Fokus Mengelola Blog

SEO halaman pertama google
Kelas digital marketing. foto: dok.pri

Minggu terakhir bulan Agustus 2018 adalah hari bersejarah bagi saya. Di bulan itu saya mengikuti sebuah kelas internet marketing di Godean Sleman, tempat tinggal saya.  Kelas itu benar-benar membuka pikiran dan wawasan saya tentang  era digital.  Di situ pula saya membuka blog baru yang saya fokuskan untuk usaha.

Di hari pertama, ketika web dinyatakan sudah aktif, setelah saya cek,  tidak menemukannya di Google.  Padahal saya sudah langsung menuju nama domainnya, tetap saja tidak kelihatan. Mungkin posisi yang tak terkira jauhnya. Terlalu banyak saingan gitu. Saya menanti dengan sabar dan penuh cinta. Weiss romantisnya keluar.

Hari ketiga,  sudah bisa menemukan web saya yang masih kosong itu. Saya mulai mengisi dengan artikel. Pada postingan kelima saya cek di serprobot, posisi web masih not found 100, yang berarti tidak ditemukan di Google sampai dengan artikel ke seratus. Gemes deh…

Hingga artikel ke sembilan, pada web yang berusia dua minggu  saya harus rela ada di posisi 65-70. Saya menyadari kata kunci yang saya gunakan memang banyak pengguna, karena sebelumnya saya sudah mengecek di Google Trends.  Maka saya memang harus berusus panjang alias sabar.

Sampai di akhir pelatihan,  yaitu sebulan setelah web dibuat, artikel berjumlah tiga belas, dan posisi masih sama yaitu 65-70. Asli gemes, pengen ngremes kerupuk… Sebab saat itu, saya ingin setidaknya ada di posisi belasan.

nasi box jogja google trend
nasi box Jogja, keyword pilihanku. foto: dok.pri

Sejujurnya saya merasa tertantang, bagaimana cara agar web  itu bisa ditemukan di halaman pertama google dengan keyword popular yaitu nasi box Jogja. Terlepas dari peningkatan order sebagai imbasnya, keinginan besar saya adalah mendapatkan kepuasan didalam  memanage web untuk bisa muncul di halaman pertama Google.

Meskipun  bukan ahli SEO, Saya mencoba  untuk mencapai keinginan itu. Disini saya akan berbagi, hal berikut ini yang saya lakukan.

Ini Caraku Mencapai Halaman Pertama Google

  1. Memperbaiki konten

Saya mencoba menengok kembali artikel yang telah saya buat. Secara readability dan SEO sudah berwarna hijau. Namun, setelah saya teliti kembali ternyata masih dalam batas minimal. Saya mencoba memperbaiki lagi artikel-artikel yang ada. Walau belum maksimal. Tapi sudah lebih baik dari sebelumnya.

  1. Membagi artikel di media sosial

Sebenarnya setiap penulis juga bisa menilai tulisannya sendiri. Diawal, saya memang tidak membagi artikel  di media sosial, entahlah tiba-tiba saya merasa kurang percaya diri atas artikel tersebut, merasa konten kurang bagus aja.

Seiring perbaikan yang saya lakukan, sayapun membagi artikel  di media sosial. Tidak peduli, akan ada yang baca atau tidak, yang penting saya share, gitu aja. Harapannya, dengan mengshare di media sosial akan menaikkan trafic blog, dengan bertambahnya pembaca.

Dan benar saja, setelah saya cek di Google Analytic, memang ada kenaikan pembaca.

  1. Blog lama menjadi senjata untuk backlink

Ini adalah jawaban atas pertanyaan diatas, ternyata blog lama yang sudah penuh sarang laba-laba  bisa menjadi senjata.  Jadi, sejak November 2018, saya membuka lagi blog lama itu. Saya mengisinya dengan artikel-artikel, yang didalamnya selalu  backling blog baru,  yang  saya harapkan bisa muncul di halaman pertama Google.

Apakah ini benar membuat blog baru saya, menjadi naik traficnya?  Ini hanya perkiraan saya, tetapi memang faktanya setelah saya cek di Google Analytic, pembaca meningkat.

  1. Blogwalking

Saya juga jalan-jalan ke blog teman. Biasanya, mereka akan kunjung balik ke blog saya. Lumayan juga buat menaikkan trafic.  Jadi narablog, memang harus rajin bersilaturahmi ya… hehee…

Dalam 5 Bulan Berhasil Muncul di Halaman Pertama Google

nasiboxjogja.id halaman pertama google
Posisi nasiboxjogja.id saat saya menulis artikel ini. Foto: dok.pri

Karena saya bukan pakar SEO, sehingga yang saya lakukan adalah hal-hal sederhana diatas. Dan sekarang dalam usia 5 bulan, blog baru   nasiboxjogja.id sudah berhasil muncul di mesin pencari google di halaman pertama, meskipun masih pada posisi naik turun 4-9.  Siap lanjutkan perjuangan…hehe..

Bagi saya, pencapaian ini bernilai lebih dari sekedar materi. Saya merasa bangga untuk diri saya sendiri, bisa memanage web hingga muncul di halaman pertama. Karena apalah saya, hanya seorang emak yang sejujurnya gaptek. haha

Resolusi Blog di Tahun 2019

Apakah menembus  halaman pertama Google, telah membuat saya puas? Jawabnya belum, karena meskipun di halaman pertama tetapi saya belum  rangking 3 besar. Yeah,  kayak anak sekolah saja. Hehe… Ini nih, meskipun emak-emak, semangat tetap tinggi.

Dan saya sangat menikmati perjuangan untuk menembus halaman pertama Google ini. Tantangan yang indah dan menyenangkan. Dan begitu tercapai, kepuasannya tak bisa diungkapkan. Haha…

momjogja.com
foto: dok.pri

Dan karena suka dengan tantangan mencapai halaman pertama Google,  ini juga yang menjadi alasan saya membuat blog momjogja.com.  Tentunya disamping keinginan untuk berbagi cerita seputar Jogja. Bisakah blog ini mencapai  halaman pertama Google di bulan ke- 6? Will see later. Hanya Tuhan yang tahu.

Sejujurnya, saya memiliki banyak keinginan di tahun 2019, beberapa sudah saya tulis disini. Namun khusus berkaitan dengan blog, resolusi utama saya adalah:

  1. Belajar untuk terus memperbaiki dan membuat konten yang berkualitas.
  2.  Mempertahankan dan atau terus mengembangkan nasiboxjogja.id
  3. Membuat momjogja.com bisa muncul di halaman pertama Google di tahun 2019
  4. Ingin rajin menulis.

Keinginan yang sederhana, tapi harus diperjuangkan disela aktivitas sebagai ibu rumah tangga, berkegiatan sosial, dan mengelola usaha yang terkadang cukup menyita waktu. Minta doanya semoga tercapai yaa…

Kesimpulannya adalah di era digital ini, semua orang ingin mendapatkan kemudahan, dalam memperoleh berita. Gawai menjadi senjata ampuh untuk mengakses informasi apapun. Maka demi memenuhi kebutuhan nitizen, narablog yang memberikan konten yang informatif, bermanfaat, dan berkualitas menjadi sangat penting keberadaannya. Bangga ya, menjadi narablog.

 

*Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog nodi

 

 

 

 

 

 

 

 

Wisata Jogja | Ke Malioboro Yuk

Wisata Jogja | Ke Malioboro Yuk

Saya lahir dan besar di Jogja. Dan sampai sekarang pun saya tetap tinggal di daerah istimewa ini. Hanya saja rumah saya, ada di luar ringroad yang melingkari kota Jogja. Agak pinggiran, sedikit ndeso sih, tetapi masih bisa menjangkau Malioboro dalam waktu 20 menit dengan kendaraan roda dua. Itu normalnya, jika lalu lintas sedang macet, mohon jangan dipertanyakan akan berapa lama, hehe…

Dulu, sekolah menengah saya  tak jauh dari Malioboro, sehingga jalan-jalan menyusuri Malioboro juga sering saya dan teman-teman lakukan. Dan biasanya  kami duduk-duduk di bawah pohon beringin atau pohon palem di depan Gedung Agung, setelah berjalan dari sepanjang Malioboro. Ahh, mengingat masa SMA jadi berasa muda, haha…

Ada lho, yang bilang, belum lengkap ke Jogja, kalau belum berkunjung ke Malioboro. Maka tempat ini menjadi tujuan utama jika berwisata ke Jogja. Dan sekarang saya juga  ingin bercerita tentang Malioboro, tentunya sembari bernostalgia, hehe…

Bagi kamu yang tinggal di Jogja, mungkin sudah tak penting membaca artikel saya ini, sebab bisa jadi sudah setiap hari pergi ke Malioboro. Tetapi bagi yang berasal dari luar, dan ingin pergi ke Jogja, silakan melanjutkan untuk membacanya.

Malioboro itu sebenarnya nama jalan yang sisi kanan dan kirinya adalah pertokoan. Jalan ini sepanjang kurang lebih 2 km. Di depan toko, banyak juga orang berjualan mulai dari batik, assesoris, souvenir, maupun makanan. Intinya disini kamu,bisa belanja apa aja, yang bisa  dibawa pulang  untuk oleh-oleh. Banyak dijual barang-barang khas Jogja disana.

Selain itu, disini juga bisa berwisata kuliner gudeg, terutama pada saat malam hari. Biasanya mulai jam 4 sore, banyak pedagang kaki lima yang menjajakan gudeg dan aneka lauknya.

Kamu juga bisa membeli sate kere alias sate yang bahannya gajih sapi, di trotoar jalan Malioboro ini. Entah siapa yang dulu pertama kali menamainya dengan sate kere, mungkin karena bahannya bukan daging, dan berharga jauh lebih murah, sehingga dinamakan sate kere. Saya cuma menebak aja sih.. hehe..

Lokasi Instagramable

malioboto
foto: dok.pri

 

Hari gini, orang dikit-dikit selfie atau welfie. Ada yang memang hobi fotografi, ada juga yang cuma  iseng. Dan banyak pula yang bertujuan untuk mengabadikan kenangan, kemudian memajang di akun media sosialnya, buat update status gitu.

malioboro
foto: dok.pri

Malioboro ini bagus buat foto-foto. Mau dengan backgound pertokoan, delman, becak, lampu khas Jogja, atau sekedar duduk-duduk di kursi yang telah disediakan di trotoar. Mau coba?

Lokasi malioboro

Lokasi malioboro sangat mudah ditemukan, bahkan bagi kamu yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Jogja. Lokasi yang berada di tengah kota, memudahkan bagi siapa saja untuk berkunjung disana.

Jika kamu ke Jogja dengan kereta api, setelah turun di stasiun tugu Jogja, tinggal berjalan ke arah selatan dengan jarak hanya beberapa meter. Tidak sampai membuat kamu lelah,  sudah bisa mencapai jalan Malioboro.

Apabila menggunakan bus  dan turun di terminal, bisa langsung naik trans Jogja.  Jika masih bingung juga silakan menggunakan aplikasi ojek online yang bisa mengantarkanmu ke tempat tujuan dengan aman.

Mudah kan menemukan malioboro?

Tips Jika Berkunjung ke Malioboro

  1. Jika kamu membeli barang di perko atau emperan toko, perhatikan, apakah harga sudah pas atau masih bisa ditawar. Sebaiknya, kamu menanyakan terlebih dahulu. Kalau masih bisa di tawar, maka selalu tawar dengan harga yang menurut kamu pantas.  Selalu lakukan dengan sopan ya… Tentunya ini tak hanya di Malioboro. Dimanapun kalau kita sopan, orang lain juga akan menghargai kita. Kalau  masih khawatir tentang harga yang kemahalan, kamu jangan beli langsung dalam jumlah banyak. Belilah satu dulu, kemudian jika ingin membeli lebih,  bisa menawar di tempat lain, siapa tahu lebih murah. Kalau terlanjur menawar dan penjual memperbolehkannya, maka tetaplan jadi membeli, kalau tidak, ntar kamu bisa kena marah penjual, sebab terkesan mempermainkan penjual. Masih takut juga jika dapat harga yang yang tidak sesuai maumu. Maka alternatifnya adalah ke toko yang memiliki harga pas.
  2. Jika kamu ingin membeli makanan, sebaiknya bertanya ke penjualnya sebelum memutuskan untuk membeli. Mengetahui diawal tentang jenis makanan  dan harganya adalah lebih baik. Hal itu untuk  mengantisipasi agar kamu tidak mendapatkan harga yang tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. Selalu lakukan dengan sopan, agar penjual tidak tersinggung ya.
  3. Jika kamu kemalaman dan terpaksa harus menginap. Di sekitaran Malioboro, juga banyak hotel atau penginapan, dari harga yang murah sampai mahal. So, di Jogja kamu bisa nyaman.

Jadi, kapan kamu ke Jogja?

 

Wisata Jogja | Malam Pergantian Tahun Baru 2019 di Tugu Jogja

WIsata Jogja
Suasana menjelang tahun baru 2019 di Tugu Jogja

Wisata Jogja | Menyambut Tahun Baru 2019 di Tugu Jogja

Menyambut tahun baru 2019 kali ini, saya meluangkan waktu di tugu Jogja. Bersama ribuan orang yang dengan tertib dan damai duduk bersama di perempatan tugu.

Semua bertujuan sama, yaitu menyambut tahun baru. Entah siapa yang menyulut kembang api. Faktanya begitu pukul 00.00 kembang api yang dinyalakan begitu banyak.

Tahun baru dan tahun lama sejatinya tak ada bedanya. Tapi mengapa banyak orang merayakannya. Mungkin adalah wujud syukur , kita masih diberi panjang usia.

Saya sendiri, baru kali ini menyambut tahun baru di Tugu Jogja. Padahal saya asli Jogja lho. Itu dikarenakan banyak spot yang lain juga yang digunakan masyarakat untuk menunggu bersama datangnya tahun baru.

Dihari-hari biasa Tugu Jogja ini hampir setiap malam, banyak yang ada disitu. Ada yang sekedar duduk-duduk. Namun, banyak pula yang selfi  welfie dengan background Tugu Jogja. Tugu Jogja sering dipakai sebagai simbol Jogja.

Tugu Jogja sering digunakan sebagai simbol kota Jogja. Itu sih jawaban sederhananya. Tugu ini terletak di perempatan  ke barat, Jl. Diponegoro, ke timur adalah Jalan Jendral Soedirman, ke utara yaitu Jalan AM Sangaji dan ke selatan adalah Jalan Margo Utomo (dulu Jalan Mangkubumi).

Barangkali tahun depan, kamu ingin menyambut tahun baru disini?
Kalau kamu punya cerita tentang malam tahun barumu, boleh lho isi di kolom komentar.